Jakarta, SSN NEWS – Perdana Menteri Inggris Kerr, presiden Ukraina, menyambut Voludmimer Zelinski, dengan pelukan hangat dan mengkonfirmasi dukungan penuh negaranya kepada Ukraina. Pertemuan ini diadakan sehari setelah Zelenskyy, tidak seperti presiden AS, Donald Trump, di Gedung Putih.

Zelenskyy mencapai 10 Dowd Street Street pada hari Sabtu (1/3/2025), yang disambut oleh dukungan penduduk yang berkumpul di luar markas resmi Perdana Menteri Inggris. Starmer segera menyambut.

“Anda sangat dapat diterima di Downing Street,” kata Starmer, seperti kata Al -Jazeera.

“Ketika Anda mendengar dari nyanyian di luar negeri, Anda mendapat dukungan penuh dari seluruh Inggris. Kami berdiri bersama Anda, dengan Ukraina, selama itu diperlukan,” tambahnya.

Sebagai tanggapan, Volodymyr Zelenskyy, yang baru saja setuju untuk Donald Trump, menyatakan rasa terima kasihnya kepada rakyat Inggris atas dukungan yang diberikan sejak awal perang.

“Saya sangat senang karena Yang Mulia Raja (Charles) menerima sosial besok. Kami di Ukraina merasa beruntung karena ada mitra strategis seperti Inggris. Kami berharap dapat terus mengandalkan dukungan Anda,” kata Zelinski.

Pada kesempatan ini, Inggris dan Ukraina menandatangani perjanjian pinjaman senilai 2,26 miliar pound (47,1 triliun rupee) untuk meningkatkan pertahanan Ukraina. Pemerintah Inggris menggambarkan langkah ini sebagai bukti dukungan yang kuat dan berkelanjutan bagi rakyat Ukraina.

Starmer juga dijadwalkan menghadiri pertemuan dengan para pemimpin Eropa pada hari Minggu (2/3/2025) untuk meningkatkan dukungan Ukraina.

Pertemuan Starmer dan Zelenskyy diadakan setelah kecelakaan tiba -tiba di Gedung Putih pada hari Jumat (28/28/2025). Pada konferensi pers bersama yang disaksikan oleh media Amerika dan Amerika Serikat, Donald Trump dan wakil presiden JD Vance Bickke dengan Zelenskyy. Amerika Serikat menuduh presiden Ukraina tidak berterima kasih atas bantuan yang diberikan.

“Anda tidak mengendalikan waktu ini,” kata Trump kepada Zelenskyy.

“Anda harus membuat perjanjian atau kami akan keluar. Jika kami keluar, Anda akan bertarung sendiri, dan saya tidak berpikir hasilnya akan menyenangkan,” katanya.

Pernyataan Donald Trump mengejutkan banyak pemimpin Eropa yang segera menyatakan solidaritas mereka kepada Voludimir Zelinski. Trump juga telah menciptakan kontroversi dengan menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin bulan lalu untuk membahas kemungkinan perjanjian terkait Ukraina.